Selasa, 17 September 2013

Resensi buku

CARA MERESENSI BUKU :

1. Jenis Buku

Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian Ide

Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.

3. Bentuk

Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4. Isi dan Bahasa

Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.
Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.

5. Simpulan

Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.
• menulis data buku yang dibaca,
• menulis ikhtisar isi buku,
• mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
• menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
• memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :

1. Data buku atau identitas buku

a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.

b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.

c. Nama penerbit

d. Cetakan dan tahun terbit

e. Tebal buku dan jumlah halaman


2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku

Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.

a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.

b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.

5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.

membuat resensi novel

Kisah Perjalanan Hidup Manusia
Judul Buku                  :Ketika Cinta Bertasbih
Pengarang                   : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                       :Penerbit Republika, Jakarta
Tahun                          : 2007 , Cetakan ke-3 Maret 2007
Jumlah Halaman          :477 halaman
Novel Karya Habiburrahman El Shirazy dengan tebal 477 halaman ini benar benar dahsyat dan luar biasa . Dwilogi Ketika Cinta bertasbih ini menyadarkan apa makna prestasi yang sesungguhnya . Tak urung apabila novel ini menjadi salah satu novel yang harus dibaca oleh orang –orang di Indonesia.
Habiburrahman El Shirazy adalah sarjana Al Azhar University Cairo, Founder dan Pengasuh Utama Pesantren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA , yang berkedudukan di Semarang , Jawa Tengah . Ia dikenal secara nasional sebagai dai , novelis dan penyair . Beberapa penghargaan bergengsi pernah diraihnya ,antara lain Pena Award 2005 , The MostFavorite Book and Writer 2005 , dan IBF Award 2006 . Karya-karyanya  selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi .Ketika Cinta Bertasbih memberikan sesuatu yang baru dalam kesusastraan Indonesia , baru dalam ceritanya , gaya bahasanya , dan cara mengarangnya yang khas.
Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju . Alur di dalam cerita  ini sangat menarik , tidak mudah ditebak. Cara pengarang menggambarkan tokoh dalam cerita dengan cara yang luar biasa , tidak dibuat-buat, inosen dan apa adanya . Tokoh utama pria , Azzam adalah seorang mahasiswa Indonesia di Al Azhar yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah Prototype anak Indonesia yang pintar , cerdas , dan bersahaja , namun lahir dari keluarga pas-pasan, jadi sangat khas Indonesia ! Sementara itu , Anna merupakan putri seorang kyai di Jawa , ia sholehah, baik hati , lemah lembut, penyayang  dan cerdas .
Gaya bahasa yang digunakan merupakan gaya bahasa yang menjadi kelebihan dan kekuatan karya-karyanya . Bahasa yang digunakan merupakan bahasa  Indonesia dan bahasa Arab yang membawa para pembaca merasakan nuansa Islami . Modal utama penulis adalah ketulusan dan cinta “yang apa adanya” yang selalu diniati dan diyakininya kala merajut kata demi kata , yang membuat tulisan tersebut menjadi indah , menarik , berbobot , menyentuh hati , memotivasi hidup , samapai ke hati pembacanya dan seolah olah nyata.  
Kisah Ketika Cinta Bertasbih ini diwali dari kehidupan seorang pemuda Indonesia yang tinggal di Mesir , Abdullah Khairul Azzam. Pemuda itu bertemu dengan seorang putri nomor satu bagi masyarakat Indonesia di Mesir , Eliana Pramesthi Alam .Entah kenapa , saat bertemu dengan Eliana , hatinya bisa luluh . Suatu hari, ia berbincang dengan Pak Ali , mengenai seorang gadis cantik dan sholehah. Pak Ali bercerita mengenai Anna Althafunnisa, Putri Pak Kyai Luthfi  yang sedang menempuh S.2 di Cairo. Pak Ali menyarankan Azzam untuk mengkhitbah Anna , Azzam pun bertekad bulat akan meminang Anna . Ternyata , Anna telah dilamar oleh Furqon . Anna tidak punya alasan untuk menolak lamarannya , namun ia juga belum memantapkan hati untuk menerimanya.
Novel ini banyak mengandung amanat yang sangat bermanfaat bagi pembacanya , novel ini mengajak untuk menyucikan jiwa , mencerahkan , memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri , untuk tidak mudah menyerah , untuk terus maju meraih anugerah Allah , novel ini pun bukan sekedar novel romantis , namun juga menjelaskan kaidah – kaidah islam .
Hal yang menarik dari novel ini adalah permainan perasaan pengarang memainkan kata- kata yang memberikan suasana romantis dan indah .  Alur yang digunakan dalam novel ini pun tidak mudah ditebak , penulis melakukan terobosan- terobosan baru dalam menjelaskan nilai-nilai fikih. Cerita yang disuguhkan pun tampak begitu nyata, tidak dibuat-buat dan membuat pembaca seolah-olah terlibat langsung didalamnya .
Buku ini pun sarat dengan pesan kepada pembaca yang dapat direnungkan dan diresapi lebih dalam .
Bagian Resensi :
Pembukaan -> Biografi tokoh , prestasi , keunikan buku , gaya bahasa yang digunakan pengarang.
Isi--> Kelebihan buku , gaya bahasa , penilaian kekurangan dan kelebihan buku, cara pengarang menceritakan tokoh- tokohnya.
Penutup --> Kesimpulan akhir apakah buku layak dibaca atau tidak ,amanat dalam buku tersebut.